Layanan Rehabilitasi Medik
- Terapi Nyeri Non Invasif dengan High Intensity Laser (HIL) Robotic Scanning System
PELAYANAN REHABILITASI MEDIK
Rehabilitasi Medik merupakan pelayanan kesehatan terhadap gangguan fisik dan fungsional yang diakibatkan oleh keadaan atau kondisi sakit, penyakit, atau cedera melalui panduan intervensi medik, keterapian fisik dan atau rehabilitative untuk mencapai kemampuan fungsi yang optimal.
Pelayanan Rehabilitasi Medik bertujuan untuk:
- Mengatasi keadaan/kondisi sakit melalui paduan intervensi medis, keterapian fisik, keteknisian medis, dan tenaga lain yang terkait
- Mencegah komplikasi akibat tirah baring dan atau dampak penyakit yang mungkin membawa kecacatan
- Memaksimalkan kemampuan fungsi, meningkatkan aktivitas dan partisipasi pada difabel
- Mempertahankan kualitas hidup dan mengupayakan kehidupan yang berkualitas
PELAYANAN FISIOTERAPI
Fisioterapi merupakan pelayanan kesehatan untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi organ tubuh dengan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapi, mekanis), dan program latihan.
Layanan Fisioterapi di RS Manyar Medical Centre Surabaya melayani fisioterapi untuk anak, dewasa, dan lansia yang dilayani oleh fisioterapis professional.
Dalam menyelenggarakan pelayanan ini, RS Manyar Medical Centre Surabaya mempunyai modalitas alat unggulan dengan menggunakan teknologi canggih High Intensity Laser BTL-6000 adalah alat terapi non-invasif yang dimaksudkan untuk memancarkan energi dalam spektrum inframerah guna memberikan stimulasi topikal pada jaringan biologis. Stimulasi jaringan ini menghasilkan percepatan penyembuhan luka lokal, peningkatan aliran darah lokal, dan reaksi analgesik.
Laser Intensitas Tinggi dapat digunakan untuk berbagai perawatan patologi otot, tendon atau sendi, misalnya, lesi chondral, sindrom impingement subakromial (misalnya kalsifikasi bursa subakromial), sindrom terowongan karpal, adanya nyeri muskuloskeletal (misalnya nyeri punggung kronis, sindrom nyeri servikobrakial, nyeri bahu), tendinitis, epikondilitis, cedera rotator cuff; artrosis (misalnya gonarthrosis), artritis (misalnya periarthritis humeroscapularis), titik picu otot dalam, calcar calcanei, ruptur otot dan tendon, distorsi dan cedera olahraga, paresis, jaringan parut, herpes, hematoma.